Program kursus Bahasa Inggris yang digagas Yayasan Syena Ahoro Papua (SAPA Foundation)

980 Siswa di Papua Tengah Lulus Kursus Bahasa Inggris SAPA Foundation

Posted on 2026-06-12 06:27:53 dibaca 106 kali

MEEPAGO.COM-Program kursus Bahasa Inggris yang digagas Yayasan Syena Ahoro Papua (SAPA Foundation) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah berhasil melampaui target peserta.

Dari target awal sebanyak 875 siswa di tiga kabupaten, jumlah peserta yang mengikuti program ini mencapai 980 siswa. Kegiatan berlangsung selama satu bulan dan menjangkau pelajar dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta kemampuan berbahasa Inggris generasi muda Papua Tengah sebagai bekal menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan persaingan global.Ketua SAPA Foundation, Christywella Saroy, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme siswa, sekolah, dan masyarakat terhadap pembelajaran Bahasa Inggris.“Program ini juga memberi manfaat bagi 21 sekolah dampingan serta berdampak pada 10 sekolah imbas,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan dengan durasi yang lebih panjang, sekitar tiga hingga empat bulan, agar peserta memiliki waktu lebih optimal dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Dalam pelaksanaannya, materi pembelajaran disampaikan secara interaktif, meliputi keterampilan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis, serta diperkaya dengan praktik langsung.

Sebelum program dimulai, SAPA Foundation menggelar pelatihan bagi tutor dan guru melalui kegiatan Capacity Building In-House Training selama tiga hari. Pelatihan ini diikuti oleh 16 tutor dan 8 guru untuk meningkatkan metode pengajaran yang interaktif dan mudah dipahami siswa.

Setelah pelatihan, para tutor dan guru ditempatkan di lokasi program untuk melaksanakan kursus di sekolah-sekolah sasaran. Kegiatan belajar dilakukan di luar jam sekolah agar tidak mengganggu proses pembelajaran reguler.

Selama program berlangsung, siswa mengikuti kelas setiap hari dengan durasi 3 hingga 4 jam pelajaran selama tiga sampai empat minggu. Pendekatan pembelajaran yang intensif ini diharapkan mampu meningkatkan penguasaan kosakata, pengucapan, penyusunan kalimat, hingga kemampuan berbicara.

Kepala Seksi Data dan Fasilitasi Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Medelky Anouw, menyebut program ini sebagai langkah awal dalam mempersiapkan siswa menghadapi kebijakan nasional terkait penguatan Bahasa Inggris di sekolah.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tingkat SD pada 2027.“Kami percaya Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Siswa perlu dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Sebagai bagian evaluasi, SAPA Foundation juga menggelar English Competition di ketiga kabupaten tersebut. Kompetisi ini mencakup berbagai kategori, seperti Flash Card Race, Spelling Bee, Vocabulary Race, Sentence Building, dan Picture Talk.Melalui kegiatan ini, kemampuan siswa diuji sekaligus mendorong kepercayaan diri dalam menggunakan Bahasa Inggris secara aktif.

Salah seorang peserta dari Nabire mengaku merasakan manfaat program tersebut. “Dulu saya takut berbicara Bahasa Inggris, sekarang jadi lebih berani. Cara mengajarnya juga mudah dipahami,” ujarnya. (**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com