Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.MPd., saat memberi keterangan kepada awak media.
MEEPAGO.COM,NABIRE- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah mendorong penguatan persatuan lintas agama sebagai bagian dari upaya menciptakan kondisi sosial yang mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Ketua FKUB Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.MPd., mengatakan kerukunan antarumat beragama tidak hanya berkaitan dengan terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung proses pembangunan.
Menurut Ignatius, agama dapat menjadi salah satu landasan dalam mempersiapkan masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan. Persatuan antarumat dari berbagai agama dinilai mampu menciptakan suasana sosial yang lebih kondusif.
“Dasar utama itu agama. Agama mempersiapkan untuk pembangunan. Kalau lima agama itu bersatu, pembangunan cepat jalan,” ujar Ignatius kepada tim LPP RRI Nabire, Senin, 5 Oktober 2026.
Sebagai bentuk dukungan, FKUB Papua Tengah telah menjalankan sejumlah kegiatan yang melibatkan umat lintas agama. Salah satunya melalui doa bersama yang dilakukan secara rutin.
Ignatius menyebut kegiatan doa bersama juga dilakukan di sekitar kawasan pembangunan pemerintahan Papua Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan moral dan spiritual terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan.
“Contohnya yang kami sudah mulai, misalnya pembangunan lapangan terbang dipercepat, kami setiap bulan sekali pergi berdoa lima agama,” katanya.
Selain di kawasan pembangunan, doa bersama juga dilaksanakan di Kantor Gubernur Papua Tengah setiap pertengahan bulan dengan melibatkan kelompok umat beragama.
Di sisi lain, FKUB Papua Tengah mulai memperluas perhatian kepada generasi muda. Perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin banyak menggunakan media sosial dinilai membutuhkan pendekatan baru dalam menyampaikan pesan toleransi dan kerukunan.
Sekretaris FKUB Papua Tengah, Muhammad Syarif, S.S, S.Pd., mengatakan generasi muda perlu dirangkul agar nilai-nilai toleransi dan kerukunan tetap tumbuh di tengah perubahan zaman.
Ia menyebut arahan untuk melibatkan generasi muda juga menjadi bagian dari perhatian Kementerian Agama dan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama.
“Sekarang ini bagaimana kita merangkul generasi muda,” kata Muhammad Syarif.
Menurutnya, FKUB Papua Tengah mulai memanfaatkan media sosial sebagai salah satu sarana untuk menyebarluaskan pesan tentang toleransi dan kerukunan.
“Karena bergeser ke media sosial tadi, tentu kami juga mulai berorientasi untuk masuk ke metode-metode tersebut. Menyebarkan bagaimana kerukunan itu, toleransi itu tetap terjaga di setiap daerah masing-masing,” ujarnya.
Muhammad Syarif menambahkan, penguatan kerukunan melalui generasi muda menjadi penting seiring perubahan cara masyarakat berkomunikasi. Pesan mengenai perdamaian dan toleransi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui ruang digital.
Langkah tersebut melengkapi upaya FKUB melalui dialog serta koordinasi lintas agama. Dengan pendekatan tersebut, nilai kerukunan diharapkan tidak hanya dipelihara melalui pertemuan secara langsung, tetapi juga terus diperkuat melalui media komunikasi yang digunakan masyarakat sehari-hari.(**)
Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811
E-Mail: admin@meepago.com