Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026). Foto : HumasPPT

Lima Mesin untuk Petani Kopi Mimika, Pemprov Papua Tengah Bidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Posted on 2026-10-24 15:05:36 dibaca 167 kali

MEEPAGO.COM, MIMIKA- Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong peningkatan daya saing kopi lokal. Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, pemerintah menyalurkan lima jenis peralatan pascapanen kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026).

Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengolahan kopi, memperbesar nilai tambah produk, serta membuka peluang bagi petani untuk menjangkau pasar nasional hingga ekspor.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, menjelaskan bahwa peralatan yang diberikan terdiri dari mesin pengupas kulit kopi basah (pulper), mesin pengupas kulit kopi kering (huller), mesin sangrai (roasting), mesin penggiling (grinder), dan alat penyegel kemasan.

Menurut Rafael, selama ini petani masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses pascapanen. Pengolahan yang sebagian dilakukan secara manual berdampak pada ketidakseragaman mutu biji kopi, lamanya waktu pengerjaan, serta rendahnya harga jual di tingkat petani.

Dengan adanya bantuan tersebut, petani diharapkan tidak hanya menjual buah kopi merah (cherry), tetapi juga mampu mengolahnya menjadi biji kopi hijau (green bean) dan kopi bubuk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan perkebunan yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam arah kebijakan pembangunan daerahnya menempatkan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal sebagai hal penting. Pengembangan komoditas perkebunan seperti kopi diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Catatan: Komentar tersebut merupakan rangkuman arah kebijakan, bukan kutipan langsung Gubernur Meki Nawipa. Pernyataan langsung beliau perlu merujuk pada sumber atau keterangan resmi.

Rafael menegaskan, dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Dinas terkait akan memberikan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan perawatan mesin, serta pendampingan melalui penyuluh lapangan.

Kelompok Tani Tunas Jaya juga diminta menjaga seluruh peralatan sebagai aset bersama. Mesin-mesin tersebut tidak boleh dijual atau dipindahtangankan, melainkan harus dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan pengembangan usaha kelompok.

Pemerintah provinsi selanjutnya akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Dalam pengembangan berikutnya, Pemprov Papua Tengah berencana memperkuat kelembagaan koperasi, membangun kemitraan dengan pembeli dan off-taker, serta memperluas promosi kopi Papua Tengah agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan mesin. Pendampingan yang konsisten, pengelolaan usaha yang baik, dan kepastian akses pasar menjadi faktor penting agar peningkatan kualitas kopi benar-benar berdampak pada pendapatan petani.

Dengan dukungan peralatan dan penguatan rantai pemasaran, petani Mimika diharapkan dapat bergerak dari penjualan bahan mentah menuju produksi kopi olahan bernilai tambah, sekaligus memperkuat posisi kopi Papua Tengah di pasar yang lebih luas.(**)

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com