Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame.

Empat Kabupaten di Papua Tengah Sasaran Bangun Kampung Nelayan

Posted on 2026-03-06 11:27:43 dibaca 182 kali

MEEPAGO.COM- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia merencanakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di empat kabupaten di Provinsi Papua Tengah pada tahun 2026.Program tersebut akan menyasar wilayah pesisir dan kawasan perairan darat yang memiliki aktivitas perikanan cukup aktif. Dua kabupaten pesisir, yakni Nabire dan Mimika, menjadi lokasi pengembangan bagi nelayan perikanan tangkap.

Sementara itu, Kabupaten Paniai dan Deiyai diproyeksikan sebagai lokasi pengembangan bagi nelayan ikan air tawar yang beroperasi di Danau Paniai, Danau Tage, dan Danau Tigi.Kepastian rencana pembangunan tersebut terungkap dalam pertemuan antara tim KKP RI dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di ruang rapat Wakil Gubernur Papua Tengah, Rabu (4/3/2026).

Pertemuan itu dipimpin Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Herman Kayame.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Tengah, Karlos Matuan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengusulkan 16 titik calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di empat kabupaten tersebut.“Sejak tahun lalu DKP Papua Tengah sudah melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk menyusun proposal kampung nelayan. Dari 16 titik yang diajukan, jumlah yang disetujui masih menunggu hasil verifikasi tim survei KKP, terutama terkait status lahan yang harus bebas sengketa serta ketersediaan akses jalan dan listrik,” ujar Matuan saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon.

Ia menyebutkan, program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa.

Menurut Matuan, pengembangan kampung nelayan ini akan mendukung optimalisasi pelabuhan perikanan, peningkatan fasilitas pelabuhan, serta penyediaan sarana penyimpanan hasil tangkapan seperti cold storage dan air blast freezer (ABF). Fasilitas tersebut juga diproyeksikan mendukung rencana ekspor ikan dari Timika pada 2026.

Dalam konsep pengembangannya, setiap kabupaten akan memiliki satu kampung nelayan yang berfungsi sebagai pusat kegiatan atau hub, sementara kampung lainnya menjadi wilayah penyangga.“Misalnya di Nabire, kampung nelayan sentral direncanakan berada di Sanoba. Sedangkan di Mimika, pusatnya direncanakan di Pomako. Seluruh hasil tangkapan nelayan nantinya dikumpulkan di kampung nelayan sentral dan dipasarkan melalui Koperasi Merah Putih,” jelasnya.

Matuan menegaskan, program ini tidak sekadar memperbaiki tampilan kampung nelayan, tetapi menjadi upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan nelayan di Papua Tengah.Namun demikian, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sesuai petunjuk teknis dari KKP. Salah satunya, nelayan penerima manfaat wajib terdaftar sebagai anggota Koperasi Desa Merah Putih dan menjual hasil tangkapannya melalui koperasi tersebut.“Data penerima manfaat harus benar-benar nelayan aktif. Selama ini ada kasus bantuan perahu dan alat tangkap diterima oleh pihak yang bukan nelayan, lalu bantuan tersebut dijual kembali,” katanya.

Ia menambahkan, Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, seperti kios nelayan, tempat pelelangan ikan, bengkel mesin, hingga fasilitas pembekuan ikan guna mendukung pengelolaan hasil tangkapan secara berkelanjutan.(**/

Copyright 2025 Meepago.com

Alamat: Jl. Kesehatan No.5, Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah 98811

Telpon: 081366277488

E-Mail: admin@meepago.com