MEEPAGO.COM- Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pertambangan rakyat sebagai motor penggerak ekonomi yang legal, inklusif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam Diskusi Panel Terpadu Indonesia Emas 2045 yang berlangsung di Jakarta pada 5-6 Mei 2026.
Forum bertema “Strategi Integrasi Hulu ke Hilir Penguasaan Cadangan Emas Menuju Ketahanan Moneter yang Berdaulat” itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pertambangan, keuangan, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam paparannya bertajuk “Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas Menuju Ketahanan Moneter”, Meki Nawipa menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Papua Tengah harus dilakukan dengan pendekatan baru yang lebih berpihak kepada masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam transformasi sektor pertambangan.
Pertama, legalisasi pertambangan rakyat. Pemerintah daerah berupaya mengubah aktivitas tambang rakyat dari sektor informal menjadi usaha yang legal, aman, dan bermartabat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan penambang lokal sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Kedua, menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama dalam kebijakan hilirisasi tambang. Pemerintah ingin masyarakat adat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku utama di atas tanah ulayat mereka sendiri.
Ketiga, penguatan cadangan devisa nasional melalui pengelolaan emas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir di tanah Papua. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat ketahanan moneter dan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Meki Nawipa optimistis integrasi sektor pertambangan dari hulu hingga hilir akan menciptakan dampak ekonomi berantai bagi masyarakat Papua Tengah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Ini bukan hanya tentang mengeksplorasi emas, tetapi bagaimana emas tersebut menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah, sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045,” ujar Meki Nawipa.
Diskusi tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Direktur Utama MIND ID, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BRIN, PT ANTAM, serta sektor perbankan yang diwakili BRI.(**)