Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa Saat Kunjungan ke Kabupaten Deiyai.

Meki Nawipa Dinilai Mulai Meletakkan Fondasi Generasi Emas Papua Tengah

MEEPAGO.COM,DEIYAI-Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., dinilai mulai meletakkan fondasi bagi lahirnya generasi unggul di provinsi tersebut melalui berbagai kebijakan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia (SDM).Penilaian itu disampaikan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah dari Kelompok Kerja (Pokja) Agama, Yehuda Gobai.

Ia menilai pembangunan SDM harus menjadi investasi jangka panjang karena kualitas generasi muda akan menentukan arah Papua Tengah pada masa mendatang.Yehuda mengapresiasi program pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si.Program tersebut mencakup pendidikan gratis bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pemerintah provinsi juga memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang menempuh studi di dalam maupun luar negeri.Menurut Yehuda, kebijakan tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anak.“Terima kasih kepada gubernur dan wakil gubernur. Kalau perlu ditingkatkan lagi demi kemajuan pendidikan dan pengembangan SDM untuk masa depan pembangunan Papua Tengah,” kata Yehuda, Rabu malam, 9 September 2026.

Sebagai lembaga kultur orang asli Papua, MRP Papua Tengah, kata Yehuda, mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dalam memperkuat kualitas SDM.Ia berharap pembangunan ke depan dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah provinsi, MRP dan DPR Papua Tengah agar berbagai program yang telah dimulai dapat berkelanjutan.

Yehuda juga mendorong Pemprov Papua Tengah menyusun program khusus untuk menjaring siswa berprestasi dari setiap kabupaten. Para siswa tersebut diharapkan mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi berkualitas, baik di Indonesia maupun luar negeri.

Ia menyebut sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, China hingga Israel sebagai contoh negara yang memiliki perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan yang dapat menjadi rujukan. Bidang biologi, fisika dan kimia dinilai penting untuk dikembangkan di kalangan generasi muda Papua.Yehuda bahkan mengusulkan adanya sekolah khusus yang diarahkan untuk mempersiapkan putra-putri Papua menjadi ilmuwan di bidang sains dan teknologi.

Ia menilai masa jabatan seorang kepala daerah terbatas, tetapi fondasi pembangunan yang ditinggalkan dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.“Jabatan mungkin hanya lima sampai 10 tahun, tetapi fondasi yang kita letakkan akan menjadi sejarah dan diceritakan kepada generasi berikutnya bahwa ketika gubernur dan bupati menjabat, mereka menyekolahkan dan mempersiapkan kami,” ujarnya.

Apresiasi Yehuda juga disampaikan atas kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa ke Kabupaten Dogiyai pada 7 September 2026 dan Kabupaten Deiyai pada 8 September 2026.Dalam kunjungan tersebut, Nawipa menyampaikan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas SDM. Gubernur juga memaparkan sejumlah program prioritas kepada pemerintah kabupaten dan masyarakat.

Di Dogiyai, Nawipa disebut meletakkan dasar bagi penguatan SDM, termasuk melalui pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi orang asli Papua di wilayah Mapia Raya dan Kabupaten Dogiyai.Selain sektor pendidikan, pemerintah provinsi memberikan bantuan sepeda motor kepada para pemuda di Dogiyai dan Deiyai untuk mendukung aktivitas mereka sebagai pengemudi ojek. Yehuda menilai langkah tersebut merupakan bentuk pemberdayaan pemuda sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Di Deiyai, Nawipa juga mencanangkan pembangunan SDM melalui sekolah negeri maupun yayasan. Pemerintah provinsi turut memberikan bantuan pembangunan gereja dan sejumlah program lain yang ditujukan untuk mendukung kemajuan masyarakat.Yehuda berharap seluruh program tersebut terus dikembangkan dan tidak berhenti sebagai kebijakan sesaat.

Menurutnya, keberlanjutan investasi pendidikan, pemberdayaan pemuda dan penguatan pelayanan publik menjadi kunci agar Papua Tengah mampu melahirkan generasi yang mandiri, berkompeten dan mampu bersaing dengan daerah lain maupun masyarakat internasional.(**)